Rabu, 03 Desember 2008

Kejang Demam

1. Definisi
Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 380 C yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.
Penjelasan :
 kejang demam terjadi 2-4 % anak berumur 6 bulan-5 tahun
 anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian mengalami kejang dengan demam tidak termasuk kejang demam
 kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam
 bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam, pikirkanlah kemungkinan lain misalnya infeksi SSP, atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam
2. Penyebab
 infeksi : meningitis, ensefalitis
 keracunan : alkohol, kokain, teofilin
 gangguan metabolik : hipoglikemia, hiponatremia, hipoksemia, hipokalsemia, dehidrasi, gagal ginjal, gagal hati
 penghentian obat anti epilepsi
 trauma serebral akut
3. Klasifikasi
a. Kejang demam sederhana (simple febrile seizure)
Kejang demam yang berlangsung singkat, kurang dari 15 menit dan umumnya akan berhenti sendiri. Kejang berbentuk umum tonik dan atua klonik, tanpa gerakan fokal. Kejang tidak berulang dalam waktu 24 jam. Kejang demam sederhana ini merupakan 80% di antara seluruh kejang demam.
b. Kejang demam kompleks (complex febrile seizure)
Kejang demam dengan salah satu ciri berikut :
 Kejang lama.yaitu kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit
 Kejang fokal atau kejang parsial 1 sisi atau kejang umum didahului kejang parsial
 Kejang berulang.yaitu kejang yang terjadi lebih dari 2 kali dalm 24 jam dan diantara bangkitan kejang anak tidak sadar

4. Penatalaksanaan
Biasanya kejang demam berlangsung singkat dan pada waktu pasien datang kejang sudah berhenti. Obat yang paling tepat untuk menghentikan kejang adalah diazepam IV 0,3-0,5 mg/kgBB perlahan-lahan dengan kecepatan 1-2 mg/menit atau dalam waktu 3-5 menit dengan dosis maksimal 20 mg.
Obat yang praktis dan dapat diberikan di rumah adalah diazepam rektal 0,5-0,75 mg/kgBB.bila setelah pemberian diaepam rektal kejang belum juga berhenti, dapat diulangi dengan cara dan dosis yang sama dengan interval waktu 5 menit.bila setelah 2 kali pemberian diazepam rektal masih tetap kejang, dianjurkan ke rumah sakit. Di rumah sakit dapat diberikan diazepam IV dengan dosis 0,3-0,5 mg/kgBB.
Bila kejang belum juga berhenti diberikan fenitoin IV dengan dosis awal 10-20 mg/kgBB dengan kecepatan 1 mg/kgBB/menit atau kurang dari 50 mg/menit. Bila kejang berhenti dosis selanjutnya adalah 4-8 mg/kgBB/hari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.
Bila dengan fenitoin kejang belum berhenti maka pasien harus dirawat diruang intensif.

Tidak ada komentar: