skip to main |
skip to sidebar
Perlindungan konsumen di Indonesia dimana???
Menjadi konsumen suatu produk di Indonesia sungguh sangat menyedihkan. Lebih banyak dirugikannya daripada diuntungkan. Perlindungan terhadap konsumen masih sangat lemah. Sudah banyak contohnya, dari produk perbankan, produk makanan, produk barang elektronik, sampai pada produk2x jasa. Seperti yang sekarang sedang gue rasakan, merasa sangat dirugikan dengan layanan Esia dan Astro. Gue pilih Esia sebagai nomor CDMA. Dan beberapa waktu yang lalu, tiba2x gue dapat RBT (Ring Back Tone) yang seolah-olah gratis. Nggak minta atau nggak 'request', tiba-tiba gue punya RBT. Banyak teman yang setelah teleponnya diangkat, langsung bertanya : "RBT eloe lagu apaan sich..bikin BT
..!?" Hah...RBT...? sejak kapan ya gue pernah langganan RBT untuk nomor Esia..? Kalau nomor Telkomsel sich gue memang langganan salah satu lagunya Nidji sebagai RBT. Setelah buka Inbox SMS, baru dech ketahuan, kalao RBT ini diberikan secara gratis oleh Esia ,tapi hanya untuk jangka waktu tertentu saja (hanya 15 hari). Nah di sini nich ada unsur 'konyol'-nya dari Esia. Setelah jangka waktu tertentu (15 hari), dan kita tidak menghentikan RBT gratis dari Esia tadi, maka kita akan dikenakan BIAYA RBT tersebut untuk periode berikutnya...!!!!. Apa-apa-an nich, kok diawalnya dikasih gratis dengan otomatis oleh Esia, tapi ujung-ujungnya untuk menghentikan layanan ini, kita harus aktif secara manual mengirimkan SMS Unsubscribe ke nomor tertentu. Kalau kita lupa, maka otomatis RBT yang tadinya gratis, akan dibebani biaya oleh Esia. Aduh..kenapa nggak dibalik aja ya, setelah RBT gratis tadi jatuh tempo, otomatis RBT tersebut akan hilang, tetapi apabila konsumen akan memperpanjang RBT tersebut karena memang suka, boleh saja memperpanjangnya dengan cara kirim SMS ke nomor tertentu. Kalau menurut gue, layanan cari 'tambahan' seperti ini sangat tidak etis. Dan kalau gue baca di milis, banyak juga yang merasa kesal diperlakukan tidak adil dengan RBT 'gratisan' seperti ini. Dan ini juga semacam pemaksaan, masa' kita asal saja diberikan RBT, tanpa kita memintanya. Kalau lagunya bagus dan sesuai dengan selera kita, ya masih bisa dimaklumi, tapi ini ada yang diberikan RBT dangdut oleh esia. Memang Esia tahu, kalau konsumen yang dikirimkan RBT tersebut memang menyukai lagu dangdut...? Aneh-aneh saja ya..!!! Tapi nggak heran kayaknya kalau kita lihat siapa pemilik Esia. Pemiliknya sama dengan yang harus bertanggung jawab dengan tragedi Lapindo, tragedi yang telah membuat susah banyak orang dan sampai saat ini belum ada penyelesaiannya. Hobi benar ya, perusahaan ini bikin susah..!!!! Kalau ada rekan-rekan yang mengalami kejadian sama dengan saya, dapat RBT gratis, kalau memang tidak menginginkan RBT tersebut, segera hentikan dengan cara kirim SMS ke 8888, dengan format RING UNSUB. Waktu kirim SMS ini, saya tidak sempat cek pulsa, hingga tidak tahu apakah dengan mengirimkan SMS tersebut, pulsa kita akan terpotong. Kalau dengan cara ini pulsa kita terpotong, wah bakalan untung gede nich Esia...konsumen berlangganan dapat untung (dari biaya langganan RBT,) konsumen nggak langganan Esia juga untung (dari biaya sms).
Setelah Esia, TV berlangganan ASTRO ikut-ikut-an juga bikin 'gondok' para pelanggannya. Dari hari Jum'at, tiba-tiba saja, siaran Astro hilang dari televisi. Ada apa dengan Astro..? Ternyata memang siaran Astro dihentikan oleh Depkominfo. Kenapa dihentikan..? Apakah Astro menyiarkan film fitna..? Ternyata setelah cari-cari jawabannya, Astro telah melakukan beberapa pelanggaran, salah satunya adalah menunggak pembayaran BHP. Lebih jelasnya bisa dibaca di situs berita Detik.com. Kita sebagai konsumen jelas tidak terima, dan nggak mau tahu apa penyebabnya sampai siaran Astro hilang. Konsumen sudah bayar biaya langganan yang tidak murah, dan kalau bayar telat juga kena sanksi, tapi kok seperti ini jadinya..?? Apalagi penutupan siarannya di akhir minggu, film2 favorit gue akhir minggu semua!!!wth!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar