
Banyak lagi contoh yang dapat kita ambil, misalnya merokok. Walau sebagian ulama ada yang memberi hukumnya sampai tingkat makruh saja, yang jelas secara ilmu kedokteran merokok merusak kesehatan tubuh, entah diakui atau tidak oleh si perokok itu sendiri. Jawaban yang disampaikan juga sama apabila kita bertanya kepada orang yang sudah biasa merokok kenapa tidak mau berhenti, karena susah (tidak bisa) dan sudah menjadi kebiasaan. Bahkan si dokter sendiri perokok, seperti rekan2 sejawatku....
Aku juga pernah mengalami hal yang sama, salah satunya adalah saat SMP sangat suka sekali dengan film kartun Pokemon yang diputar di Indosiar. Anime dan manga karya Masami A. ini memang sangat populer bahkan termasuk salah satu anime Jepang yang menjadi pionir untuk mengubah cara pandang animasi di benua Eropa dan Amerika. Karena tergila-gila dengan anime yang satu ini (diputar waktu sholat Maghrib) Aku kadang masih mengintip dari balik pintu keluar, padahal sudah terdengar Adzan Maghrib. Begitu Iqomah aku baru ngacirzzz ke masjid dengan masih memikirkan film tersebut (otomatis terlambat kan..?). Kala itu kalau aku ditanya kenapa tidak datang ke Masjid secepatnya saat adzan, yah sama saja dengan jawaban-jawaban pada pertanyaan sebelumnya.
Saat sudah dewasa (hmmm, cukup dewasa lah) seperti ini, aku kadang geli sendiri mengingat banyak masa lalu. Sampai sekarang aku masih suka film kartun namun dengan banyaknya kerjaan (BEM, HET, Riau, Kampus) tidak ada waktu untuk melihatnya (asli pingin banget nonton film pokemon n naruto season selanjutnya, hehe mana ada waktu ya kerjaan saja belum beres). Jadi sebetulnya jika kita mau seharusnya hal-hal tersebut di atas dapat dihindari untuk beralih pada kegiatan yang lebih bermanfaat. Sayang masih banyak orang yang bilang tidak bisa (termasuk aku) untuk melepas hal-hal yang kurang banyak manfaatnya. Jikalau saja kita mau……………..
hahhhhhhh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar